Kamis, 31 Maret 2011

ALANG-ALANG

Alang-alang yang biasa kita tahu adalah rumput liar di kebun kita. Kelihatannya memang liar tak berguna, namun setelah diteliti dari beberapa informais, ternyata alang-alang mengandung beberapa manfaat. 

Alang-alang yang memiliki nama latin Imperata cylindrica atau  Lagurus cylindrica L, ini termasuk ke dalam famili Gramineae (rumput-rumputan). Jika kita pernah mendengar orang bilang ilalang, itulah nama lain alang-alang.

Kandungan Kimia
  • manitol
  • glukosa
  • sakharosa
  • malic acid
  • citric acid
  • coixol
  • arundoin
  • cylindrin
  • fernenol
  • simiarenol
  • anemonin
  • asam kersik
  • damar
  • logam alkali
Efek Farmakologis
  • diuretik (peluruh kemih)
  • hemostatik (meredakan pendarahan)
  • anti piretik (anti panas/menurunkan panas)
  • menghilangkan haus
Pencegahan terhadap penyakit :
  1. Muntah darah. Cuci bersih akar segar 30-60 gram. Potong-potonglah lalu rebus dengan 3 gelas air bersih sampai mendidih hingga diperoleh air 1 gelas. Jika sudah dingin lalu minumlah seperti biasa.
  2. Mimisan. Cucilah hingga bersih akar segar alang-alang. Ambil air alang-alang 100cc dengan cara menumbuk akar tersebut dan memeras airnya.  Minumlah. Atau bisa juga dengan mencuci 30 gram akarnya lalu merebusnya dengan 3 gelas air hingga diperoleh 1 gelas. lalu minumlah!
  3. Air Kencing berdarah. Rebus 100 gram akar alang-alang segar dengan 2000cc hingga tersisa 1000 cc. Minumlah!
  4. Kencing nanah. Cuci bersih 300 gram akar segar. Potong-potong seperlunya. Rebuslah dengan 2000 cc air bersih hingga diperoleh kurang lebih 1200 cc. Tambahkan gula batu secukupnya. Minum sehari 3 kali. 
  5. Hepatitis akut menular. Akar kering sebanyak 60 gram direbus dengan 3 gelas air bersih. hingga diperoleh 1 gelas. dibagi 2 kali minum. 10 hari untuk 1 cure.
  6. Rasa haus pada penyakit campak. Rebus 30 gram akar. minum lah seperti kita minum teh.
  7. Radang ginjal akut. Cuci bersih 60-120 gram akar segar. Potong-potong dan rebuslah dengan 3 gelas air bersih hingga diperoleh air 1 gelas. Dibagi untuk 2-3 kali minum. 

ALPUKAT


Alpokat. ada yang bilang Alpukat. Ah, sama aja, beda tipis "O" ma "U". tapi ada lagi yang bilang apokat. Ah, sami mawon. Itu nama-nama masing-masing daerah kadang beda juga.  Yang jelas, buah yang dimaksud adalah sama. Seperti gambar di atas. Kalau saya bilang dia adalah apokat.

Buah ini bernama latin Persea americana. Buah ini memiliki penampakan kulit lembut yang permukaannya tidak rata. Warnanya kalau masih muda biasanya hijau tua. Nah pas dia tua, warnanya ada yang hijaunya tuh hijau tua pekat dan ada yang berwarna keungu-unguan, atau ungu kecoklatan. Warna ini tergantung pada jenis apokat itu sendiri atau varietasnya. Warna daging apokta adalah hijau muda/tua pada bagian dekat kulit. Dan berwarna kuning pada bagian yang dalam (dekat biji). Bijinya bulat besar.Daging apokat sangat lembut. Bahkan jika dikeruk dengan sendok lantas dimasukkan ke dalam mangkuk terus dilumatkan dengan sedikit gula merah, kadang ada yang merasa jijik karena lembeknya tekstur dagingnya, akhirnya banyak yang ga suka. Kalau jijik dengan cara lumat, kenapa ga dimakan langsung aja daging buahnya. Kan ga jijik lagi. Ya kan Bro!
Ada kandungan lemak dalam apokat. Kadarnya kurang lebih 20 - 30 kali lebih banyak daripada lemak yang dikandung buah lainnya. Lemak dalam apokat adalah jenis lemak tak jenuh. Dengan demikian apokat sangat mudah dicerna oleh pencernaan kita dan sangat bermanfaat bagi tubuh kita sebagai penambah energi yang tinggi.


 Kandungan nutrisi lainnya dalam apokat adalah sebagai berikut :
  1. Fosfor      95 miligram
  2. Kalsium    23 miligram 
  3. Zat besi    1,4 miligram
  4. Sodium       9 miligram
  5. Potasium  1,3 miligram
  6. Niacin       8,6 miligram
  7. Vitamin A  660 IU
  8. Vitamin C  82 miligram
Selain itu apokat juga banyak mengandung mineral yang berguna untuk mengatur fungsi tubuh dan menstimulasi pertumbuhannya. Proses regenerasi darah merah dan mencegah anemia pun dapat dilakukan oleh zat besi dan tembaga yang terkandung di dalamnya. kandungan serat dalam apokat juga sangat bagus untuk membantu pencernaan kita. Karbohidrat dan lemaknya yang tergolong tak jenuh dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam tubuh.

Obat Diabetes Mellitus
  1. Biji apokat diiris tipis-tipis
  2. Irisan biji apokt itu kemudian dijemur hingga kering
  3. Kalau sudah kering, biji apokat digoreng sangrai (goreng sangan : Jawa)
  4. Haluskan biji apokat. Bisa ditumbuk. Akan lebih cepat jika menggunakan blender dan hasilnya akan lebih lembut.
  5. Bubuk biji apokat bisa dikonsumsi secara langsung sebanyak kurang lebih 1 kali sendok teh sehari. Diminum seperti puyer. Atau jika merasa pahit (meski bagi saya tidak pahit), bubuk tersebut bisa dimasukkan ke dalam kapsul kosong. Kapsul kosong ini bisa dibeli di toko-toko obat terdekat, atau di apotek-apotek terdekat. 
Selain itu makan buah apokat juga dapat mencegah penyakit hipertensi atau stroke, juga sebagai anti keriput sehingga nampak awet muda. Gak percaya, silakan mencoba!

Rabu, 30 Maret 2011

ADAS

Obat tak selalu murah. Manakala kita berhadapan dengan kondisi yang mengharuskan kita untuk menyembuhkan penyakit kita, namun apa daya keuangan kita tipis. Berobat ke dokter pun jadi "momok" buat kita. Tak menutup kemungkinan bagi mereka yang "beruang" pun juga bisa memanfaatkan metode pengobatan tradisional alias memanfaatkan segala bentuk yang ada di sekitar lingkungan kita. Tumbuh-tumbuhan. Ya! Tumbuh-tumbuhan sebetulnya bisa kita gunakan jadi obat sepanjang kita mau menggali manfaatnya. 

Coba bayangkan, bagaimana orang-orang jaman dulu sebelum ada berbagai bentuk obat-obatan (medis) seperti sekarang ini. Mereka konon juga memanfaatkan tanaman di sekitar mereka. Berbekal pengalaman, mereka belajar, akhirnya hingga sekarang ini ilmunya pun bisa kita manfaatkan. Apalagi di masa-masa ekonomi serba menghimpit. Sasalh satunya adalah Tanaman ADAS. Jarang orang mengetahui tanaman yang satu ini. Berikut adalah seputar tentang ADAS :

Dikenal dengan nama latin : Foeniculum vulgare mill 

Ada beberapa nama daerah untuk tanaman ini, diantaranya : hades, adase, fenkel, fennel, denggu-denggu, papaato, alas, landi, adhas, cedas, adeh, manuh, wala wunga, kumpasi, paapang, rempasu. 

Deskripsi :
  • Terna berumur panjang.
  • Tinggi tanaman ini sekitar 0,5  -  2 meter.
  • Tumbuh merumpun ( 1 rumpun 3-5 batang)
  • Batang beralur
  • Tumbuh tegak
  • Bentuk Daun menyirip ganda dua dengan sirip-sirip sempit.
  • Daun seperti jarum, ujung dan pangkalnya runcing
  • Berseludang warna putih
Habitat :
Tumbuh liar di daerah Tosari. Banyak dibudidayakan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, pada ketinggian sekitar 900 - 1300 di atas permukaan laut.

Bagian tanaman yang digunakan adlaah BUAH.

Kandungan kimia : limonena; minyak lemak; stigmaterin; umbeliferona; gula; saponin; flavonoida; polifenol.

Khasiat :
Sembelit
  • adas 3 butir
  • daun muda jambu biji 3 lembar 
  • kulit batang pulosari 1/2 jari
  • air 2 cangkir
  • campuran bahan tersebut direbus hingga diperoleh  air 1 cangkir.
  • air rebusan disaring
  • minumlah : - Bayi (3 bulan) 5-7 kali 1 sendok teh sehari ;  bayi 6 bulan 3 kali 1 sendok makan sehari ; Anak 3 tahun 3 kali 2 sendok makan sehari ; Remaja 1 kali 1 cangkir sehari.
Batuk
  • adas 3 butir
  • gula batu secukupnya
  • air secukupnya
  • daun agamanis 7 lembar
  • kulit batang puloszri 1 jari
  • bawang merah 1 buah
  • campuran bahan tadi ditambah air sedikit kemudian dilanjutkan dengan penumbukan.
  • bungkus dengan daun pisang
  • kukus hinga kurang lebih 15 menit.
  • ambil airnya saja dengan cara diperas. Pemerasan bisa dilakukan dengan saringan tepung atau menggunakan kain kassa halus.
  • minumlah sebelum tidur
Sakit Perut
  • adas 5 butir
  • ketumbar 11 biji
  • merica polong 11 biji
  • daun po'o segar 20 lembar
  • air 2 cangkir
  • kunyit 1/2 jari
  • lempuyang wangi dibakar 1 biji
  • temu kunci dibakar 3 biji
  • temu kunci segar 3 biji 
  • kayu ules 1 biji
  • campuran bahan tadi kemudian ditumbuk dan panaskan hingga mendidih dan diperoleh air 1 cangkir
  • saringlah dengan kain kassa halus bersih
  • minumlah 2 kali sehari